Hipertensi merupakan
suatu keadaan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik maupun
tekanan darah diastolik ≥140/90 mmHg. Hipertensi merupakan suatu penyakit
kronis yang dapat menimbulkan kerusakan pada berbagai organ tubuh seperti
jantung, ginjal, dan otak. Penyakit ini juga sering merupakan pembunuh
tersembunyi ( the silent killer ), karena
dapat menimbulkan kematian secara mendadak serta angka kejadian dari penyakit
tersebut cenderung bertambah pada masa yang akan datang. Dari Survei Kesehatan
Rumah Tangga pada tahun 1995, angka kejadian hipertensi mencapai 8,3% dengan
menggunakan standar pengukuran tekanan darah yang ditetapkan oleh WHO
(organisasi kesehatan dunia) yaitu 160/90 mm Hg, kemudian pada tahun 2000 angka
kejadian meningkat menjadi 21%, dan selanjutnya angka kejadian hipertensi
diperkirakan akan terus meningkat sampai diperkirakan pada tahun 2015 angkanya
meningkat menjadi 37% pada tahun 2015.
Hipertensi dapat
diakibatkan karena berbagai macam faktor di mana dapat dibagi menjadi faktor
risiko yang dapat dimodifikasi, serta faktor risiko yang tidak dapat
dimodifikasi. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi antara lain jumlah atau
kadar Natrium yang dikonsumsi (dalam hal ini terutama melalui garam), gaya
hidup (termasuk olahraga serta minum alkohol), serta obesitas. Sedangkan faktor
risiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti ras, dan genetika. Dari kedua
faktor risiko di atas, maka penatalaksanaan hipertensi yang paling penting
adalah dengan mengubah atau memperbaiki faktor risiko yang bisa dimodifikasi
ini salah satunya adalah dalam pengaturan pola hidup dan pemilihan makanan.
Pengaturan diet dan
gaya hidup ini bertujuan untuk dapat menurunkan tekanan darah secara bertahap,
serta mempertahankan tekanan darah dalam keadaan normal. Selain itu dapat
menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan obesitas, dan kadar asam urat
darah. Prinsip diet pada penderita hipertensi adalah dengan mengatur jenis dan
komposisi makanan yang dimakan tetap dalam kompisisi gizi yang seimbang, dan membatasi jumlah Natrium (garam) dalam hal
ini yang termasuk golongan garam adalah garam dapur. Oleh karena itu
konsumsi garam dapur setiap hari tidak melebihi kisaran ¼ sampai ½ sendok teh per hari.
Berdasarkan DASH (Dietary Approaches to Stop
Hypertension) yang digunakan pada penelitian di Institut Kesehatan
Amerika Serikat terbukti memberikan manfaat tambahan untuk mengurangi tekanan
darah pada penderita hipertensi hanya dalam 14 hari. Rencana diet ini
didasarkan pada susunan makanan yang kaya buah-buahan dan sayuran, susu rendah
lemak atau tanpa lemak, dan biji-bijian dengan komposisi sebagai berikut : beras
dan serealia sebanyak 7-8 porsi, buah-buahan sebanyak 4-5 porsi, sayur-sayuran
sebanyak 4-5 porsi, susu serta produk susu rendah lemak sebanyak 2-3 porsi, daging
unggas atau ikan sebanyak 2-3 porsi, kacang-kacangan atau biji-bijian, dan kedelai
sebanyak 4-5 porsi per minggu. Komposisi menu ini dapat memberikan asupan
energi sebesar 2000 kalori per hari.
Selain pengaturan diet seperti yang tersebut sebelumnya,
suplementasi anti oksidan juga dapat diberikan pada pasien hipertensi. Beberapa
suplementasi anti oksidan yang sering dipergunakan di masyarakat seperti asam
folat, vitamin B6, vitamin B12, kacang kedelai, dan tempe. Kadar asam folat
yang rendah berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan
kadar vitamin B6 yang rendah juga berkaitan dengan peningkatan risiko
penyumbatan lemak pada pembuluh darah. Kacang kedelai juga sangat bermanfaat
sebagai anti oksidan di mana dapat menurunkan kadar kolesterol total dalam
darah. Dengan pengaturan diet yang baik, dan terapi farmakologis (obat-obatan)
yang sesuai dengan jumlah dosis yang tepat, diharapkan masing-masing penderita
bisa melaksanakannya dengan baik.
Oleh : dr. Ida Bagus Aditya Nugraha,
S.Ked
No comments:
Post a Comment